Inbox Itu Kotak Masuk, Bukan Kirim Pesan

Inbox
                               www.pixabay.com

“Kamu di inbox ko ga dibales?”

“Di inbox?”

“Iya, di inbox di facebook”.

Suatu hari saya pernah telibat percakapan ‘aneh’ seperti itu. Aneh. Ya, aneh. Gimana ga aneh coba, si penanya bilang “Kamu di inbox ko ga dibales?“. Karena menurut sependek pengetahuan saya, inbox itu kotak masuk. Jadi, dalam pemahaman saya terhadap pertanyaan tadi; Kamu di kotak masuk ko ga dibales. Maksudnya gimana? Saya di masukkin ke kotak masuk, atau saya di kotak masuk? (hiks)

Namun, belakangan saya mengerti yang dia maksud; di inbox, di kirim pesan. Syukurlah, bukan seperti dugaanku, pikirku. Karena kalo seperti dugaanku, beuh, betapa anehnya, ya kan.

Entah siapa yang harus bertanggung jawab, atas kesalahkaprahan ini; inbox di bahasa Indonesia-kan jadi kirim pesan. Si paham, atau kambing jantan, eh hitam.

Maka sekarang pertanyaannya, sebaiknya kita tetap menerjemahkan inbox sebagai kirim pesan (dengan begitu menyepakati kesalahan agar menjadi benar) atau di terjemahkan dengan seharusnya, kotak masuk. Tapi dalam situasi tertentu, akan menjadi lucu kalo inbox di terjemahkan menjadi kirim pesan. Tolong cek inbox ku dong, misalnya. Kan jadinya; Tolong cek kirim pesan ku. haha

 

Leave a Reply